SD MUHAMMADIYAH PENDOWOHARJO DI SLANGGEN PUNYA EKSKUL UNGGULAN TAHFIZH
Gedung SD Muhammadiyah Pendowoharjo di Slanggen. Bersih, asri.
Sekolah Dasar Muhammadiyah Pendowoharjo di Slanggen terus berbenah diri untuk meraih kemajuan. Secara fisik, sekolah dasar yang berafiliasi dengan SD Muhammadiyah Pendowoharjo ini sudah cukup representatif. Gedungnya cukup megah, bersih, letaknya strategis. Fasilitas juga tidak kalah dengan sekolah dasar yang ada di sekitarnya.
Dari sisi nonfisik, salah satu kegiatan yang sangat mendukung dalam meraih kemajuan adalah kegiatan ekstrakurikuler Tahfizh. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Selasa, Rabu,Kamis pukul 06.30-07.30. Tempat kegiatannya di Masjid Attaufiq, Slanggen.
Apa yang menarik dari kegiatan tersebut? Tentunya materi yang menjadikan siswa kelas 1 sampai dengan kelas 6 sebagai hafizh-hafizh. Diharapkan, dengan kegiatan tersebut, anak-anak SD Muhammadiyah Pendowoharjo di Slanggen semakin berkualitas keimanan dan keislmanannya.
Yang mengesankan, pengasuh kegiatan ini selain pengasuhnya merupakan lulusan dari pesantren modern, mereka adalah mahasiswa Uniersitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Jadi , kemampuannya tidak perlu diragukan. Terbukti, pengasuhnya tidak hanya ditugasi oleh SD Muhammadiyah Pendowoharjo di Slanggen, juga membimbing tahfizh maupun baca tulis Alquran di TK Marsudi Putra, Bantul dan SD Unggulan Aisyiah Banul.
Mari kita berkenalan dengan pengasuh tahfizh tersebut. Ada dua orang, laki-laki dan wanita serta masih imut-imut, hlo!
Satu, Saroh Adilla MRP
Mbak Dilla, nama lengkapnya Saroh Adilla MRP. Dia mahasiswa PAI UAD semester tujuh. Gadis cantik, lajang, ini beralamat rumah di Jln. Mayor Abdul Musa, Kota Tanjung Balai, Kelurahan I, Sumut. Usianya? Wah, kasih tahu, nggak, ya? Baik, jangan bilang-bilang ya. Dia baru berusia 21….
Ketika kontributor tanya, mengapa ambil prodi Pendidikan Agama Islam di UAD, bukan yang lain? Apa jawabannya?
“Sejak kecil saya sudah terkondisi oleh keluarga untuk mendalami pendidikan Agama Islam. Saya bersekolah di SD negeri pada pagi- siang. Lalu les pelajaran agama di Sekolah Arab. Lulus SD saya melanjutkan ke MTs, lanjut ke Podok Pesantren Modern Darul Hikmah,Asahan.”
Dilla punya hobi jalan-jalan sore dan juga menikmati acara-acara podcast inspirasi. Wah, keren, ya?
Pembaca, mbak Dilla ini bukan mahasiswi sembarangan, hlo. Di samping menjadi pengasuh tahfizh, dia di kampus UAD punya tugas sebagai SE atau Student Employment yang tugasnya di bidang garap administrasi medsos, administrasi segala macam bidang, event, editor video.
Cita-cita mbak Dilla, apa?
“Saya ingin menjadi dosen atau pengusaha, atau dosen yang punya usaha, he, he,he.”
Yok, kita doakan agar cita-cita Mbak Dila diijabah oleh Allah swt. Amin.
Selanjutnya kita berkenalan dengan pengasuh tahfizh SD Muhammadiyah Pendowoharjo di Slanggen yang satu lagi,ya!
Namanya Muhammad Azam Zaidan Rifqi. Pria ganteng ini beralamat di Jln. Kalisari Damen, No 38 Surabaya. Dia anak kedua dari tiga bersaudara. Usianya baru 21 tahun, sama dengan mbak Dilla.
Zidan, panggilan pria yang mengagumi nilai-nilai keislaman tersebut. Hobinya mempelajari hal-hal yang baru. Dia tidak tertarik pada prodi-prodi lain.
“Pokoknya, pilihan saya Prodi Pendidikan Agama Islam,” tandasnya.
Ketika ditanya tentang kesannya terhadap murid-murid SD Muhammadiyah Pendowoharjo di Slanggen, lulusan Madrasah Mualimin Muhammadiyah Yogyakarta itu berterus terang.
“Murid-murid SD Muhammadiyah Pendowoharjo di Slaggen ini daya tangkapnya cepat, sayang mereka kurang fokus dan sukanya bermain-mai. Tapi, maklum, anak-anak!” pungkasnya.
Demikian, tulisan tersebut hasil obrolan kontributor selepas keduanya melaksanakan kegiatan pembimbingan tahfzh di Masjid Attaufiq, Slanggen, Rabu, 11 Februari 2026.
(eSWe Sidi)
Mbak Dila dan Mas Zidan berpose dengan Waka SD Muhammadiyah Pendowoharjo di Slanggen, Suwarsidi,S.Pd.
Zidan membimbing peserta
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
